• Latest News

    Tuesday, October 25, 2011

    Kabel Twisted Pair (UTP & STP)

    Kabel pasangan berpilin/berbelit (twisted pair cable) adalah sebuah bentuk kabel yang dua konduktornya digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan gangguan elektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel pasangan berbelit tak terlindung (UTP cables), dan wicara silang (crosstalk) di antara pasangan kabel yang berdekatan.

    Unshielded twisted-pair

    Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.
    Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.
    Kategori Kegunaan
    Category 1 (Cat1) Kualitas suara analog
    Category 2 (Cat2) Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik
    Category 3 (Cat3) Transmisi data digital hingga 10 megabit per detik
    Category 4 (Cat4) Transmisi data digital hingga 16 megabit per detik
    Category 5 (Cat5) Transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
    Enhanced Category 5 (Cat5e) Transmisi data digital hingga 250 megabit per detik
    Category 6 (Cat6)
    Category 7 (Cat7)
    Di antara semua kabel di atas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) dan Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet

    Kategori 1


    Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut.

    Kategori 2



    Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik. Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini. Gunakanlah kabel yang memiliki kinerja tinggi seperti Category 3, Category 4, atau Category 5.

    Category 3

    Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja. Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2.
    Tabel berikut menyebutkan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 3 pada beberapa frekuensi.
    Karakteristik Nilai pada frekuensi 10 MHz Nilai pada frekuensi 16 MHz
    Attenuation (pelemahan sinyal) 27 dB/1000 kaki 36 dB/1000 kaki
    Near-end Cross-Talk (NEXT) 26 dB/1000 kaki 23 dB/1000 kaki
    Resistansi 28.6 Ohm/1000 kaki 28.6 Ohm/1000 kaki
    Impendansi 100 Ohm (±15%) 100 Ohm (±15%)
    Kapasitansi 18 picoFarad/kaki 18 picoFarad/kaki

    Category 4

    Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.
    Tabel berikut menyebutkan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 4 pada beberapa frekuensi.
    Karakteristik Nilai pada frekuensi 10 MHz Nilai pada frekuensi 20 MHz
    Attenuation 20 dB/1000 kaki 31 dB/1000 kaki
    Near-end Cross-Talk 41 dB/1000 kaki 36 dB/1000 kaki
    Resistansi 28.6 Ohm/1000 kaki 28.6 Ohm/1000 kaki
    Impedansi 100 Ohm (±15%) 100 Ohm (±15%)
    Kapasitansi 18 picoFarad/kaki 18 picoFarad/kaki

    Category 5

    Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA).
    Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan.
    Karakteristik Nilai pada frekuensi 10 MHz Nilai pada frekuensi 100 MHz
    Attenuation 20 dB/1000 kaki 22 dB/1000 kaki
    Near-end Cross-talk 47 dB/1000 kaki 32.3 dB/1000 kaki
    Resistansi 28.6 Ohm/1000 kaki 28.6 Ohm/1000 kaki
    Impendansi 100 Ohm (±15%) 100 Ohm (±15%)
    Kapasitansi 18 picoFarad/kaki 18 picoFarad/kaki
    Structural return loss 16 dB 16 dB
    Delay skew 45 nanodetik/100 meter 45 nanodetik/100 meter

    Kabel ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet, meskipun menggunaan kabel UTP Category 6 lebih disarankan untuk mencapai kinerja tertinggi.

    Dalam menghubungkan jaringan Ethernet dengan menggunakan kabel UTP Category 5, terdapat dua strategi pengabelan, yakni Crossover cable dan Straight-through cable. Kabel Crossover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama (NIC dengan NIC lainnya, hub dengan hub yang lainnya dan lain-lain), sementara kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan NIC dengan hub atau NIC dengan switch.

     

     

    Panduan Cara Memasang kabel ini ada disini

     

    Shielded twisted pair (STP atau STP-A)

    Shielded twisted pair atau STP adalah kabel pasangan berpilin yang memiliki perlindungan dari logam untuk melindungi kabel dari intereferensi elektromagnet


    Sumber : wikipedia.org

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kabel Twisted Pair (UTP & STP) Rating: 5 Reviewed By: Arif Kurniawan
    Scroll to Top