• Latest News

    Friday, August 5, 2011

    Syahru Ramadhana

    Pembaca blogKOe betapa gembiranya hati ini masih mampu menyambut bulan yang mempunyai 8 kemuliaan :
    1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)
    2. Syahrul Mubarak
    3. Syahru Nuzulil Qur’an
    4. Syahrus Shiyam
    5. Syahrul Qiyam
    6. Syahrus Sabr (bulan sabar)
    7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)
    8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min     
    ..........................................................................................................dikutip dari : wirausahapesantren

    Sehingga tanpa sengaja saya, mendapat tambahan rizqi bukan dari media ini, tapi dari pintu Allah yang lain, dan tentunya tanggung jawab, baik pengurus organisasi Islam didesa maupun pengampu ekstra TIK disekolah...yang Insya Allah akan saya bekali kemampuan life skill, dan semoga berguna bagi kelangsungan kemandirian anak kelak ketika lulus.

    Dalam sebuah diam saya membaca artikel ini : 
    K. H. Muhammad Arifin Ilham — Diantara makna Shaum adalah Diam, Sebagaimana Siti Maryam menghadapi fitnah berzina dengan diam (QS19 : 26), sampai Allah SWT memperlihatkan mu'zijatNYA (QS19 : 29-30). Tidak sembarang diam sahabatku, diamnya orang beriman itu adalah Zikir dan Doa (QS 3 : 41). Rasulpun mengingatkan, " Siapa yang beriman kepada Allah SWT dan Hari Akhirat, hendaklah berkata Baik, Benar dan Sopan, kalau tidak mampu, maka diam. Banyak yang mampu menahan lapar haus, tetapi sedikit yang mampu menahan banyak bicara.

    Makna ke dua
    Shaum adalah Mengendalikan Diri, dimulai dari yang halal, makan, minum, seks.
    1. Halal saja bisa dikendalikan apalagi yang haram,
    2. Halal tidak terkendali akan jadi haram, mubazir namanya,
    3. Tumbuh sifat syukur, betapa berartinya sebiji beras, seteguk air dan betapa kasihannya saudara yang lapar,
    4. Agar sederhana, bukan tidak mampu, tetapi tidak mau,
    5. Zuhud, cari dunia untuk kebahagiaan akhirat (QS : 28:77). "Apa sih susahnya taat sebentar !".
    ..........................................................................................................dikutip dari : Eramuslim.com

    Dalam renungku sepertinya @KOe masih jauh dari taat, sholat...diriKOe....iya, tapi maksiat jalan terus, Ibarat Abu Nawas melantunkan syairnya :

    Ilahi lastu lilfirdausi ahla, walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
    Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi

    Dzunubi mitslu a’daadir- rimali, fahabli taubatan ya Dzal Jalaali

    Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi, wa dzanbi zaaidun kaifa –htimali

    Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak, muqirran bi dzunubi wa qad di’aaka

    fain taghfir fa anta lidzaka ahlun, wain tadrud faman narju siwaaka
    …………..
    Ya Allah …tidak layak hambaMu ini masuk ke dalam surga-Mu
    tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
    Maka kami mohon tobat dan mohon ampun atas dosaku
    sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa
    Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai
    maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
    Dan umur hamba berkurang setiap hari,
    sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
    …………..


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Syahru Ramadhana Rating: 5 Reviewed By: Arif Kurniawan
    Scroll to Top